USMCA tidak relevan bagi AS menjadi pernyataan kontroversial terbaru dari Donald Trump yang langsung memicu perhatian dunia internasional. Mantan Presiden Amerika Serikat itu menyebut bahwa perjanjian dagang antara Amerika Serikat, Meksiko, dan Kanada tidak lagi memberikan manfaat nyata bagi kepentingan ekonomi negaranya. Pernyataan ini kembali menegaskan arah politik Trump yang konsisten mengusung proteksionisme ekonomi.
Pernyataan tersebut bukan hanya retorika politik. Jika Trump kembali memiliki pengaruh besar dalam pemerintahan, sikap ini berpotensi memicu perubahan besar dalam hubungan dagang Amerika dengan dua mitra terdekatnya.
Apa Itu USMCA dan Mengapa Dipersoalkan
USMCA atau United States–Mexico–Canada Agreement merupakan perjanjian perdagangan yang mulai berlaku pada 2020. Perjanjian ini menggantikan NAFTA dan sebenarnya merupakan hasil negosiasi ulang yang justru dipimpin oleh Trump saat masih menjabat sebagai presiden.
Tujuan awal USMCA adalah menciptakan perdagangan yang lebih adil, memperbarui aturan industri otomotif, memperkuat perlindungan tenaga kerja, dan menyesuaikan regulasi perdagangan dengan era ekonomi digital. Namun kini, Trump justru menyebut bahwa USMCA tidak relevan bagi AS dan tidak memberikan keuntungan signifikan.
Pernyataan ini menimbulkan pertanyaan besar: apakah masalahnya terletak pada substansi perjanjian, atau lebih pada arah politik yang ingin kembali ditegaskan Trump.
Strategi Politik di Balik Pernyataan Trump
Secara politik, isu perdagangan selalu menjadi senjata utama Trump. Narasi bahwa Amerika “dirugikan” oleh sistem perdagangan global telah lama menjadi bagian dari strategi kampanyenya. Dengan mengatakan bahwa USMCA tidak relevan bagi AS, Trump kembali memperkuat citra sebagai pemimpin yang ingin “melindungi ekonomi domestik”.
Pernyataan ini juga sangat efektif secara elektoral. Banyak pemilih di sektor manufaktur dan industri tradisional merasa bahwa globalisasi dan perjanjian dagang merugikan mereka. Retorika semacam ini mampu menghidupkan kembali dukungan basis politik Trump.
Namun secara kebijakan, sikap tersebut dapat menciptakan ketidakpastian serius bagi pelaku usaha, investor, dan mitra dagang Amerika.
Dampak Potensial bagi Kanada dan Meksiko
Jika USMCA benar-benar dianggap tidak relevan dan kemudian dinegosiasi ulang atau bahkan ditinggalkan, dampaknya tidak hanya dirasakan oleh Amerika Serikat. Kanada dan Meksiko akan berada dalam posisi paling terdampak karena kedua negara tersebut sangat bergantung pada pasar AS.
Bagi Meksiko, ketidakpastian perdagangan bisa mengganggu sektor manufaktur dan ekspor otomotif. Bagi Kanada, hubungan ekonomi dengan AS yang selama ini stabil bisa berubah menjadi lebih defensif dan penuh kehati-hatian.
Pernyataan bahwa USMCA tidak relevan bagi AS juga berpotensi melemahkan kepercayaan pasar internasional terhadap stabilitas kebijakan ekonomi Amerika.
Dunia Usaha Mulai Waspada
Reaksi dari kalangan bisnis cenderung lebih berhati-hati. Banyak perusahaan besar telah membangun rantai pasok berdasarkan stabilitas USMCA. Ketika perjanjian ini dipertanyakan, dunia usaha menghadapi risiko baru berupa perubahan tarif, regulasi, dan hambatan perdagangan.
Investor umumnya tidak menyukai ketidakpastian. Oleh karena itu, wacana bahwa USMCA tidak relevan bagi AS bisa menciptakan tekanan psikologis di pasar, bahkan sebelum ada kebijakan konkret yang benar-benar diterapkan.
Beberapa analis ekonomi juga menilai bahwa USMCA sebenarnya memberikan manfaat strategis bagi Amerika, terutama dalam mempertahankan dominasi ekonomi di kawasan Amerika Utara dibanding pengaruh Tiongkok.
Apakah USMCA Benar-Benar Gagal?
Secara data, USMCA belum dapat dikategorikan sebagai kegagalan. Perdagangan antara AS, Kanada, dan Meksiko tetap berjalan kuat, dan beberapa sektor seperti otomotif dan teknologi justru mengalami pertumbuhan positif sejak perjanjian ini berlaku.
Namun politik sering kali tidak selalu berjalan seiring dengan data. Dalam konteks kampanye dan citra publik, narasi bahwa USMCA tidak relevan bagi AS lebih kuat secara emosional dibandingkan laporan ekonomi teknis.
Inilah mengapa pernyataan Trump menjadi sangat berpengaruh meskipun belum disertai bukti konkret bahwa perjanjian tersebut merugikan Amerika secara sistemik.
